Generasi Milenial merupakan generasi Milenial yang terlahir antara tahun 1980-an sampai 2000. Generasi ini berkembang dengan cepat, banyak hal positif dan negatif pada proses perkembangan generasi ini, dimana kemajuan teknologi membuat genarasi milineal cepat menyerap informasi yang ada pada setiap lini masa, sayangnya kecepatan itu membuat bias informasi yang mereka dapatkan, banyak sekali berita-berita hoax yang bertebaran di media masa menyebabkan miss informasi yang generasi milenial dapatkan, diperlukan cara yang berbeda untuk mengikuti zamannya, yaitu seperti pemakaian media sosial yang bijak agar milenial dapat berinteraksi dan berkomunikasi membahas situasi terbaru secara nyaman tanpa harus memperlihatkan kepribadian mereka secara terbuka.

Partisipasi Politik Pemilih Milenial pada Pemilihan umum 2024 mendatang Generasi milenial sangat diperhitungkan, dikarenakan generasi milenial adalah bagian dari penentu keberhasilan pemilu 2024. Jumlah pemilih milenial memiliki pengaruh yang sangat besar dalam menentukan pemimpin di masa depan. Generasi milenial juga hidup pada era informasi dimana segala sesuatunya menggunakan internet atau media online. Selain itu, dalam hal perubahan dalam dunia politik membutuhkan orang yang lebih Milenial yang mengerti semua kalangan sehingga dapat menembus tirani yang telah terbangun oleh kepentingan oknum politik yang terlebih dahulu menguasai aktivitas politik. Generasi milenial lah yang mampu membangun dan merubah hal tersebut.

Dengan kekuatan yang cukup tinggi bukan tidak mungkin generasi milenial akan menjadi target utama marketing dari setiap tim sukses pasangan calon, kurangnya informasi yang benar dan masih maraknya berita hoax pada setiap lini media masa, membuat kebingunan sendiri pada setiap pemilih milenial, hal ini membuat banyak spekulasi–spekulasi tersendiri sehingga membuat turunnya motivasi seorang generasi milineal yang mempunyai hak pilih,

Kesadaran berpolitik penting bagi anak muda karena mereka adalah generasi pemilih di masa yang akan datang. Paradigma yang berkembang saat ini pada anak muda yakni Ketidak ikut serta dalam proses pemilihan umum, karena siapa pun yang akan terpilih nantinya tidak akan mampu mengubah bangsa ini menjadi lebih baik, korupsi di mana-mana, kebijakan yang tidak pro ke rakyat, dan hak suara yang digunakan dapat dikatakan menjadi sia-sia. Berangkat dari opini tersebut, kita harus berpikir kembali akan pentingnya partisipasi politik dalam mewujudkan demokrasi politik.

Ada sebuah kata bijak yang berkata, “setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya” Seharusnya kita harus yakin, apabila anak muda dapat berpegang teguh dalam memperjuangkan sesuatu, maka mimpi dan aspirasi yang dimilikinya tentu akan mendapat balasan yang setimpal. Anak muda yang akan menjadi generasi penerus bangsa akan senang dalam menyambut kepemimpinan baru. Oleh sebab itu keterlibatan pemuda dalam politik kearah yang lebih baik akan menjadi semangat generasi muda dalam berjuang untuk bangsa indonesia ini dan melahirkan generasi yang berguna bagi bangsa dan bernegara dengan kepemimpinan yang baik dan jujur dalam berpolitik.

Sudah sepantasnya anak muda membuka wawasan politik agar apapun opini publik yang diberikan terkait proses politik jangan diterima begitu saja secara mentah. Lihat sisi lainnya, sebab satu suara dalam pemilihan umum akan menentukan ke mana arah bangsa ini nantinya. Memilih bukanlah hal yang mudah, namun tidak memilih bukanlah sikap yang bijak. Anak muda juga memiliki peran politiknya. kesadaran akan pentingnya politik bagi kalangan anak muda harus dilandasi oleh hasrat untuk mencapai tujuan bersama (public goods). Oleh karena itu, mulai dari sekarang, anak muda Indonesia harus aktif berpolitik, boleh dengan ikut serta dalam pemilih umum atau menyampaikan aspirasinya tentu tidak dengan kekerasan, agar demokrasi berkualitas dapat terwujud dan bisa melahirkan sitem pemerintahan yang lebih baik.

 Penulis:

Muhammad Fikri Abdun Nasir (Aktivis Pijar)

Leave A Comment